Laman

Mencari Jati Diri

Mencari Jati Diri
Hidup seperti labirin yang menagakar untuk sampai menuju puncak sebagai titik kekuasan Tuhan.

Kamis, 15 Juli 2010

Cinta dan Persahabatan

Cinta dan persahabatan adalah dua saudara dari tempat yang berbeda. Cinta merupakan anugerah tuhan yang istimewa, karena cinta tidak dapat didefinisikan maknanya, bukan berarti tak bermakna, akan tetapi keterbatasanku untuk memaknainya.
Aku menganggap cinta adalah seorang anak perasaan yang berguru pada hati kemudian melanjutkan pengembaraan menuju belantara yang penuh dengan nafsu. Jadi bagaimana pun kuatnya perasaan itu, tak mampu menguasai cinta, yang ada hanya harapan dan angan-angan. Dan selanjutnya akan menghasilkan masalah berupa kandasnya harapan dan pupusnya angan-angan, karena perasaan tak tahu nasib dan siapa itu cinta, dilepas begitu saja. Akibatnya cinta akan menjadi biang emosi atau berujung dengan kekecewaan.
Kemudian hati sebagai pemandu dan pembimbing akan dapat mengetahui potensi atau kemampuan dari cinta, sehingga cinta akan mengikuti arahan atau petunjuk hati yang berlandaskan kebenaran. Tak ada suatu kegagalan dari hati untuk menyampaikan pelajaran kepada cinta akan kebenaran-kebenaran, kecuali jika cinta memilih jalan hidupnya sendiri, jalan yang tak mengikuti aturan gurunya. Dan cinta akan mengamalkan ilmu yang diterimanya.
Setelah sampai di belantara nafsu, kemandirian cinta akan diuji, apakah dia dengan pelajaran yang diperolehnya akan tetap berpegang teguh, atau nafsu akan menjadi pengalaman yang dapat menghasilkan pelajaran. Akan tetapi nafsu bukanlah ujung pengembaraan dari cinta, karena cinta adalah makhluk bebas yang tak berakhir, dan bukan pula cinta itu abadi, karena ada waktu saat cinta mengalami kelelahan pengembaraan.
Sedangkan persahabatan adalah perjalanan pulang cinta kembali pada orang tuanya. Sehingga tak ada persahabatan yang tanpa cinta, cinta yang telah berguru kepada hati. Dan pada saatnya persahabatan akan memahami jejak-jejak cinta, karena cinta merupakan bagian persahabatan.
Mungkin ada yang berspekulasi kalau cinta itu sudah pasti persahabatan, akan tetapi persahabatan belum tentu cinta. Berarti pandangan itu masih menganggap kalau persahabatan sama dengan pertemanan.

Selanjutnya ………..

Dan orang-orang bijak akan tepat menempatkan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar