Tak ada judul yang sesuai untuk drama hidupku ini, atau mungkin aku tak mampu merangkai kata penuh imajinasi untuk memusatkan perhatian pada kehidupan yang aku jalani.
Tak ada awalan yang bagus untuk menggoreskan tinta pada lembaran kertas permainan sandiwara yang berjalan bersama nafas dari rongga dada ini, atau mungkin aku tak mampu mengungkapkan perasaan sesuai dengan perasaan orang lain.
tak ada istilah yang bisa kuingat untuk melengkapi barisan kata-kata gersang dari tubuhku, atau aku memang tak tahu bagaimana istilah tersebut dapat sampai pada ingatanku kemudian kutuangkan dalam secangkir pengalaman.
Tak ada inspirasi yang terlintas untuk menggagas ide dalam pikiran yang sejak dulu kurawat, atau mungkin aku tak punya pikiran dan tak punya kepekaan perasaan untuk dapat menggelontarkan sejumput pencerahan dalam diri.
Tak ada waktu yang tepat untuk mengukir perjalanan jari-jari ini pada tombol-tombol komputer yang menggugah keinginanku, atau mungkin aku tak mampu mengolah bahan yang tersimpan menjadi makanan untuk jiwa ini.
Tak ada pandangan yang menarik dalam tiap langkah anganku, atau aku memang tak tahu bagaimana mengerti tentang sebuah arti kenyamanan dan keindahan yang memenuhi alam semesta bersama kehangatan senyumnya.
Tak ada rayuan yang menggoda tubuh ini untuk tetap semangat meretas belantara asing jiwaku, atau mungkin aku tak tahu bagaimana ejawantah dari rayuan yang tiap waktu aku dapati di antara semak-semak kering yang kujadikan api unggun. Tak ada tindakan baik untuk beberapa waktu yang cukup menguras keringat, atau mungkin aku tak tahu arti kebaikan yang bisa kutemui di sepanjang jalan dan bahkan di antara kejahatan yang sangat akrab denganku.
Tak ada kesempatan yang berguna pada pengalamanku, atau mungkin aku tak tahu bagaimana cara memperoleh pengalaman yang banyak orang menantikan manfaatnya untuk kebaikan antar sesama.
Tak ada cinta yang suci untuk proses pendewasaan diri, atau mungkin aku tak mengenal apa makna cinta yang banyak orang mengagungkannya dengan pengorbannan yang dianggap sesuai dengan hakikat cinta.
Tak lukisan yang indah untuk paparan perasaan ini, atau mungkin aku tak bisa merasakan bagaimana orang-orang dapat memperoleh kebahagiaan dan kesedihan untuk mewarnai hidup yang berliku.
Tak ada sentuhan yang lembut untuk urat-urat ini, atau mungkin aku tak pernah belajar tetang fungsi indera yang oleh sebagian orang dijadikan penilaian tentang jati diri untuk memuaskan ego manusiawinya.
Tak ada yang tepat untuk semuanya, atau mungkin hamburan kata-kata ini tak mengenalku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar